TSY7TfC6GUC6TUr6BUzlGpOiTA==

Form

Comment

3 Jurusan Paling Banyak Pengangguran Saat Ini

Sobat Uwapik
Diposting oleh:Sobat Uwapik

Memilih jurusan kuliah bukan sekadar mengikuti tren, tapi juga mempertimbangkan peluang kerja di masa depan. Banyak lulusan yang akhirnya menganggur bukan karena mereka tidak pintar, melainkan karena jurusan yang dipilih kurang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Berdasarkan berbagai analisis ketenagakerjaan, ada beberapa jurusan paling banyak pengangguran yang perlu kamu pertimbangkan dengan hati-hati sebelum memilih bangku kuliah. Berikut pembahasannya secara langsung dan to the point.

Jurusan Ilmu Sosial dan Komunikasi

Jurusan ini memang terdengar menarik karena dekat dengan dunia media, public relations, hingga kreatif. Namun, faktanya, jurusan ilmu sosial dan komunikasi termasuk salah satu jurusan yang paling banyak menyumbang angka pengangguran di kalangan lulusan baru.

Penyebab utamanya adalah tingginya jumlah lulusan dibandingkan lowongan kerja yang tersedia. Banyak mahasiswa mengambil jurusan ini karena dianggap mudah dan fleksibel, padahal industri komunikasi dan media memiliki persaingan yang sangat ketat.

Selain itu, pekerjaan di bidang ini sering bergantung pada pengalaman dan jaringan profesional, bukan sekadar ijazah. Akibatnya, banyak lulusan yang akhirnya harus beralih profesi ke bidang lain yang tidak sesuai dengan jurusannya.

Kalau kamu tertarik di bidang ini, pastikan punya keterampilan tambahan seperti digital marketing, desain konten, atau copywriting, agar tidak ikut terjebak di jurusan yang berisiko tinggi terhadap pengangguran.

Jurusan Pendidikan Non-Teknis

Pendidikan adalah bidang yang mulia, tapi tidak semua jurusan pendidikan memiliki peluang kerja yang besar. Faktanya, jurusan pendidikan non-teknis, seperti Pendidikan Sejarah, Pendidikan Sosiologi, atau Pendidikan Seni, sering mengalami kelebihan lulusan dibandingkan kebutuhan tenaga pendidik di lapangan.

Masalahnya sederhana: jumlah sekolah dan formasi guru tetap tidak sebanding dengan jumlah lulusan baru setiap tahun. Banyak alumni akhirnya hanya mengandalkan status honorer atau memilih pekerjaan di luar bidang pendidikan.

Selain itu, industri non-sekolah jarang membutuhkan tenaga pendidik dari jurusan ini, sehingga ruang kerja mereka terbatas. Untuk mengatasinya, calon mahasiswa perlu memperluas kemampuan, seperti mengambil sertifikasi pengajaran internasional, keterampilan IT, atau psikologi pendidikan, agar bisa menembus sektor yang lebih luas.

Jurusan pendidikan tetap penting, tetapi memilih jurusan yang lebih aplikatif seperti Pendidikan Bahasa Inggris atau Pendidikan Matematika bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Jurusan Seni dan Desain Konvensional

Seni adalah ekspresi dan kreativitas, tetapi dari sisi ekonomi, jurusan seni dan desain konvensional menjadi salah satu penyumbang tertinggi tingkat pengangguran di kalangan sarjana muda.

Alasannya, pasar kerja untuk seniman profesional atau desainer tradisional sangat terbatas. Banyak lulusan yang tidak bisa langsung bekerja di industri kreatif formal, karena lapangan kerja di bidang seni lebih bergantung pada proyek lepas (freelance) dan portofolio pribadi.

Selain itu, perkembangan teknologi membuat industri kreatif lebih menuntut kemampuan digital seperti animasi, desain UI/UX, hingga editing video. Lulusan yang masih bertahan dengan metode konvensional sulit bersaing dengan desainer digital yang lebih adaptif.

Namun, bukan berarti jurusan ini tidak punya masa depan. Dengan kemampuan adaptif terhadap teknologi dan bisnis digital, lulusan seni masih bisa sukses besar. Tapi tanpa itu, mereka rentan masuk ke daftar jurusan paling banyak pengangguran.

Memilih jurusan kuliah harus dilakukan dengan riset dan kesadaran penuh. Jangan hanya karena jurusan tersebut terlihat keren atau populer di media sosial. Realitanya, jurusan paling banyak pengangguran justru berasal dari bidang yang terlihat menjanjikan di permukaan, tapi kurang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Kuncinya adalah menggabungkan minat dengan peluang kerja nyata. Jika kamu sudah terlanjur mengambil salah satu dari jurusan di atas, fokuslah mengasah keterampilan tambahan, bangun portofolio, dan aktif di proyek nyata. Dengan begitu, kamu bisa tetap kompetitif di dunia kerja meskipun berasal dari jurusan dengan risiko pengangguran tinggi.

Ingat, bukan jurusan yang menentukan masa depanmu — tapi cara kamu mengembangkan diri di dalamnya.

0Komentar