Di dunia percetakan modern, sablon DTF (Direct to Film) kini menjadi salah satu teknik paling populer untuk mencetak desain pada berbagai jenis kain. Keunggulannya terletak pada hasil yang tajam, warna cerah, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika metode ini banyak digunakan oleh pelaku usaha sablon, clothing line, hingga pemula yang ingin mencoba bisnis cetak kaos sendiri.
Namun, agar hasil cetak maksimal, kamu perlu memahami proses cara cetak sablon DTF dengan benar — mulai dari menyiapkan desain, mencetak film, hingga proses transfer ke kain. Jika salah satu tahap dilewatkan atau dilakukan sembarangan, hasilnya bisa buram atau mudah terkelupas. Berikut panduan lengkap dan mudah diikuti!
1. Siapkan Desain dan File Cetak
Langkah pertama dalam cara cetak sablon DTF adalah menyiapkan desain digital. Gunakan software seperti CorelDRAW, Adobe Illustrator, atau Photoshop untuk membuat atau mengedit desain. Pastikan resolusi minimal 300 dpi agar hasil cetak tajam dan tidak pecah.
Gunakan format file PNG dengan background transparan agar mudah dicetak ke film DTF. Setelah desain selesai, sesuaikan ukuran gambar dengan area sablon yang diinginkan, misalnya area dada atau punggung kaos.
2. Cetak Desain di Film DTF
Langkah kedua adalah proses pencetakan. Kamu membutuhkan printer DTF dengan tinta khusus DTF (biasanya CMYK + White). Cetak desain di film PET transparan dengan urutan warna terbalik (mirror printing), agar hasilnya nanti tidak terbalik saat ditransfer ke kain.
Pastikan mode cetak diatur ke high quality dan warna putih dicetak terakhir untuk memberikan dasar kuat pada warna lainnya. Ini penting agar hasil sablon terlihat cerah di semua jenis kain, baik gelap maupun terang.
3. Taburkan Bubuk Lem (Adhesive Powder)
Setelah film keluar dari printer, segera taburkan bubuk lem DTF (adhesive powder) secara merata di area tinta yang masih basah. Bubuk ini berfungsi sebagai perekat antara tinta dan kain.
Kibaskan sisa bubuk yang tidak menempel, lalu panaskan film menggunakan oven DTF atau hotgun sekitar 100–120°C selama 2–5 menit hingga bubuk mengering dan menempel sempurna di atas tinta.
4. Proses Transfer ke Kain
Tahap berikutnya dalam cara cetak sablon DTF adalah proses pemindahan desain ke kain. Letakkan film yang sudah dicetak di atas kain dengan posisi tinta menempel ke permukaan kain.
Gunakan heat press machine dengan suhu sekitar 160°C selama 15 detik dengan tekanan sedang. Setelah itu, biarkan kain dingin dulu, baru lepas film secara perlahan (cold peel). Hasilnya akan terlihat halus, rapi, dan menyatu sempurna dengan bahan.
5. Finishing dan Perawatan
Agar sablon DTF lebih tahan lama, lakukan finishing tambahan dengan press ulang selama 5 detik menggunakan kertas teflon di atas permukaan sablon. Ini membantu mengunci tinta dan membuat hasil cetak lebih mengilap serta tahan cuci.
Untuk perawatan, hindari mencuci menggunakan air panas dan jangan disetrika langsung di atas sablon. Dengan cara ini, desain bisa bertahan hingga ratusan kali pencucian.
Teknik sablon DTF adalah solusi modern yang memberikan hasil maksimal dengan proses yang relatif mudah. Asalkan mengikuti langkah-langkah di atas — mulai dari persiapan desain, pencetakan, pemberian bubuk lem, hingga proses transfer — hasilnya akan terlihat profesional. Jadi, jika kamu ingin memulai bisnis sablon atau sekadar membuat kaos custom sendiri, pahami dan praktikkan cara cetak sablon DTF ini dengan benar.

0Komentar